Belajar Blog, Ilmu dan Pengalaman

Senin, 29 Oktober 2018

MENAKAR KEMBALI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBINAAN ESKUL GERAKAN PRAMUKA

A. Pengertian Gerakan Pramuka
Gerakan berarti suatu rangkaian yang terorganisasi menuju suatu sasaran. Jadi, suatu gerakan mengandung makna, baik sasaran yang hendak dicapai maupun jenis organisasi untuk mencapainya. Sedangkan gerakan pramuka adalah nama organisasi yang merupakan suatu wadah berlangsungnya proses kepramukaan yang ada di Indonesia. Yang mana gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.
Dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 menyebutkan bahwa pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka. menurut Lond Baden Powell dalam bukunya BP’s Outlook, sebagaimana dikutip oleh Novan Ardy Wiyani mengatakan “Scouting in not a science to be solemny studied, NOR is it a collection of doctrine and texsts, No! It is a jolly game in the out of doors, where boy-men an boy can go adventuring together as leader an younger brothers, picking up health and happiness, handricraft and helpfulnees.”
Baca Juga
Pola Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak
Dengan demikian jelaslah bahwa gerakan pramuka adalah nama organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Pramuka adalah nama diri anak didik yang dibina dalam gerakan pramuka. Sedangkan kepramukaan adalh ilmu dan materi-materi yang diajarkan dalam gerakan pramuka. Lebih lanjut, pramuka adalah singkatan dari praja muda karana{“Sri Sultan Hamengkubuwono IX”} , juga dianggap merupakan perpaduan kata Pra yang artinya sebelum, dan muka yang artinya depan. Jadi, diharapkan anggota pramuka mampu menjadi yang terdepan.
B. Visi, Misi, Fungsi dan Tujuan Gerakan Pramuka
Statemen visi mengisyaratkan tujuan puncak dari sebuah institusi dan untuk apa visi itu dicapai. Adapun visi gerakan pramuka yaitu: “Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi andal masalah-masalah kaum muda”. Sedangkan misinya adalah: “turut menyumbang pada pendidikan kaum muda, melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka, guna membantu membangun dunia yang lebih baik, di mana orang-orangnya adalah pribadi yang dirinya telah berkembang sepenuhnya dan memainkan peran konstruktif di dalam masyarakat”.
sedangkan fungsinya adalah: (a). Kegiatan menarik bagi anak muda, (b). Pengabdian bagi orang dewasa, dan (c). Alat bagi masyarakat dan ogranisasi.
Untuk menyelaraskan visi dan misi serta fungsi tersebut, maka gerakan pramuka mempunyai tujuan mendidik anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip dasar dan metode, agar mereka menjadi; (a). Manusia yang berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur, dan (b). menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, amaupun internasional.
C. Implikasi Pendidikan Karakter Melalui Pembinaan Eskul Pramuka
Secara harfiah, karakter artinya kualitas mental atau moral. Dalam kamus Psikologi, karakter adalah kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang yang biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap.
Pendidikan karakter merupakan pendidikan ihwal karakter, atau pendidikan yang mengajarkan hakikat dalam ketiga ranah cipta, rasa, dan karsa. Sementara itu esensial dari karakter ini, diharapkan terbentuk insan profetik. Insan dengan watak profetik tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi berpikir bagaimana dapat memberikan sebanyak-banyaknya bagi lingkungan yang dapat berperan aktif memberi pencerahan atas konsep free will dengan menyeimbangkan konsep determinism dalam praksis pendidikan, sehingga tidak lagi sekedar mengenalkan berbagai aturan dan definisinya, namun lebih menekankan pada sikap, attitude, dan tanggung jawab dengan tujuan akhirnya adalah terwujudnya insan yang berilmu dan berkarakter.
Untuk mencapai pertumbuhan integral dalam pendidikan karakter melalui pembinaan Eskul pramuka, perlu dipertimbangkan berbagai macam metode yang membantu mencapai idealisme dan tujuan pendidikan karakter. Paling tidak ada lima unsur metodologi integrasi yang perlu dipertimbangkan antara lain: 1). Mengajarkan, 2). Keteladanan, 3). Menentukan Prioritas, 4). Praksis Prioritas, dan 5). Refleksi. Dari kelima tersebut ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan dalam pembinaan kepramukaan yaitu: 1). Pendekatan pengalaman, 2). Pendekatan pembiasaan, 3). Pendekatan emosional, 4). Pendekatan rasional, 5). Pendekatan fungsional, dan 6). Pendekatan keteladanan.
Lebih lanjut, urgensi kegiatan Eskul pramuka dalam pembentukan karakter peserta didik menurut Taylor dapat diartikulasikan ke dalam tiga lingkup antara lain: Pertama, Pendidikan karakter adalah cara terencana yang melibatkan sejumlah pertimbangan nilai-nilai edukatif, baik yang tercakup dalam manajemen pendidikan maupun dalam kurikulum pendidikan. Kedua, pendidikan karakter adalah situasi yang berpengaruh terhadap perkembangan pengalaman dan kesadaran nilai pada peserta didik. Ketiga, pendidikan karakter adalah peristiwa seketika yang dialami peserta didik. Adapun indikator keberhasilannya meliputi; 1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan usianya. 2. Memahami kekurangan dan kelemahan diri sendiri. 3. Menunjukkan sikap percaya diri. 4. Mematuhi aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang luas. 5. Menghargai keberagaman agama, suku, ras dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. 6. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kretif. 7. Menunjukkan kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif dan inovatif. 8. Menunjukkan belajar secara mandiri. 9. Menunjukkan kemampuan menganalisis masalah. 10. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. 11. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. 12. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya NKRI. 13. Menghargai karya seni dan budaya nasional. 14. Mengahrgai tugas pekerjaan. 15. Menerapkan hidup bersih dan sehat. 16. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. 17. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 18. Mengahrgai adanya perbedaan pendapat. 19. Menunjukkan kegemaran membaca, dan menulis naskah. 20. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. 21. Memiliki jiwa kewirausahaan.
Daftar Rujukan:
Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka
Novan Ardy Wiyani, Pendidikan Karakter dan Kepramukaan, PT. Citra Aji Parama, Yogyakarta: 2017
Barnawi & M. Arifin, Strategi & Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Karakter, Ar-Ruzz Media, Yogyakarta: 2017.
Kwartir Nasional Garakan Pramuka, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Label