Belajar Blog, Ilmu dan Pengalaman

Sabtu, 06 April 2019

PERANAN MODEL INDIGEONUS LIDERSHIP DALAM KEPEMIMPINAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Sebelum membahas lebih lanjut tentang apa itu kepemimpinan dan bagaimana menjadi pemimpin yang efektif, kita perlu tahu apa arti dari kepemimpinan itu sendiri. Kepemimpinan telah menjadi topik yang sangat menarik dari para ahli sejarah dan filsafat sejak jaman dahulu. Sejak saat itu para ahli telah menawarkan 350 definisi tentang kepemimpinan. Salah seorang ahli menyimpulkan bahwa “ kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah di observasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dipahami (richard L. Daft, 1999). Mendefinisikan bahwa kepemimpinan merupakan suatu masalah yang kompleks dan sulit, karena sifat dasar kepemimpinan itu sendiri memang sangat kompleks. Akan tetapi, perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan objektif.
B.Rumusan Masalah
3.Apa saja pendekatan mengenai kepemimpina?
C.Tujuan Masalah
1.Menjelaskan mengenai pendekatan kepemimpinan.
Baca Juga
PERANAN MENEJEMEN DALAM ORGANISASI
BAB II
PEMBAHASAN
A.Definisi Kepemimpinan
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka. Sebagaimana didefinisikan oleh Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995), kepemimpinan adalah the process of directing and influencing the task-related activities of group members.
Sedangkan menurut Joseph C. Rost., 1993, kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi di antara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya.
B.Jenis Kepemimpinan
a.Kepemimpinan Situasional
Dalam jenis kepemimpinan ini dipercayakan bahwa faktor yang paling utama untuk mnentukan gaya kepemimpinan adalah situasinya. Pimpinan maupun pengikutnya menyesuaika diri dengan situasi. Terdapat sekedar penyesuaian diri oleh pengikut dengan pemimpinnya, dan sebaliknya. Penelitian Frederick E. Fieldler mengenai kepemimpinan banyak memberikan sumbangan, bagi pandangan kepemimpinan ini . Menentukan daya guna kepemimpinan:
a.Hubungan kepemimpinan atau banyak kepercayaan yang dipunyai para pengikut kepada pemimpinnya.
b.Seberapa jauh pekerjaan-pekerjaan para pengikut dijadikan struktur tugas atau pekrjaan rutin.
c.Seberapa jauh kekuasaan merupakan bagian tak dipisahkan dari posisi kepemimpinan.
b.Kepemimpinan Prilaku Pribadi
Sebagai yang ditunjukkan oleh namanya, prilaku pemimpin itu diberi penekanan dalam jenis kepemimpinan iu sendiri penekanan dalam jenis kepemimpinan ini. “personal behavior leader” adalah orang yang luwes, menggunakan dalam setiap keadaan tindakan yang dianggap tepat sambil selalu mengingat kemampuan-kemampuan, banyaknya pengawasan yang diperlukan, dan apakah pemimpin itu ingin menentukan isunya.
c.“Work centered” atau “Worker-centered leadrship” kepemimpinan terpusat pada pekerjaan atau pekerjaannya, jenis kepemimpinan ini sangat erat hubungannya dengan “situational type” yang sudah dibicarakan lebih dahulu. Orang yang berbeda menanggapi dengan cara yang berbeda pula jenis kepemimpinan yang berbeda.
d.Personal Leadership kepemimpinan Pribadi. Motivasi dan petunjuk iberikan dengan kontak pribadi dengan pribadi. Terdapat suatu hubungan yang dekat antara pemimiin dengan setiap anggota kelompok.
e.Kepemimipin demokrasi. Jenis ini memberi penekanan pada partisipasi dan penggunaan pikiran-pikiran oleh anggota-angota kelompok, yang karena itu harus diberi penerangan yang baik mengenai pokok-pokok yang dibahas.
f.Kepimimpinan otoritas. Pemimipin dasar disini adalah, bahwa kepemmipinan it dipunyai oleh si pemimpin sejauh ia mempunyi kekuasaan.
g.Kepemimipinan paternalistik. Terdapat suatu pengaruh kebapakan antara pemimipn dan kelompok. Maksudnya ialah melindungi dan menusu kesenangan dan kesejahteraan pengikut-pengikutnya. Paternalisme sesuai benar untuk keadaan-keadaan tertentu, tetapi ia dapat mneghambat berkemangnya kepercayaan kepada diri sendiri dari anggota-anggota kelompok.
h.Indigeonus lidership. Kepemimipinan asli. Pemimipin-pemimipin asli yang berbeda dapat ditemukan untuk tujuan-tujuan yang berbeda dalam kelompok yang sama.
C.Pendekatan Mengenai Kepemimpinan
1.Pendekatan Personal Mengenai Kepemimpinan
Pendekatan personal menegnai kepemimpinan berangkat dari sebuah pertanyaan sederhana; siapakah pemimpin itu ? apakah menjadi pemimpin itu dilahirkan atau dapat dipelajari ? apakah yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin ? pendekatan personal mencoba melihat pemimpin dari sisi personal atau karakteristik figur dari seorang pemimpin.
Pembahasan dibagi menjadi dua, mengenai pemimpin dan bukan pemimpin, serta pemimpin efektif dan pemimpin yang tidak efektif.
Pemimpin dan bukan pemimipin. Berbagai pandangan dapat kita temukan ketika barang kali kita pernah mendengar bahwa pemimin itu harus cerdas, pintar, besifat terbuka, memiliki kepercayaan diri dan lebih tinggi misalnya. Pada kenyataanya masih menimbulkan prokontra, terlebih pada kenyataan bahwa banyak pemimpin yang tidak memiliki kriteria tersebut, namun dia diakui sebagai pemimpin oleh masyarakat.
Pemimipin efektif dan tidak efektif pendekatan ini mencoba melihat bahwa karakteristik pemimipin bukan sekedar dilihat dari sisi fisik saja, tetapi juga dari kemampuannya untuk mencapai yujuan dari sebuah organisasi.
2.Pendekatan prilaku mengenai kepemimpinan
Pendekatan prilaku lebih memfokuskan kepada tindakan yang dilakukan oleh pemimpin, seperti bagaimana mereka melakukan delegasi, bagaimana mereka berkomunikasi dengan orang-orang serta bagaimana mereka memotivasi para pegawai, dan seterusnya. Prilaku, tidak seperti faktor personal, dapat dipelajari sehingga mereka yang mendapatkan pendidikan atau pelatihan yang memadai mengenai kepemimipinan akan mampu menjadi pemimipin yang efektif.
Para teoritis yang melakukan pendekatan prilaku mengenai pemimpin pada dasarnya memfokuskan pada dua aspek dari prilaku kepemimpinan, yaitu fungsi-fungsi kepemimpinan dan gaya kepemimpinan.
3.Pendekatan kontingensi mengenai kepemimpinan
Para peneliti melakukan identifikasi situasi-situasi yang mendorong suatu gaya kepemimpinan tertentu yang dilakukan. Pendekatan kepemimpinan yang mempertimbangkan situasi yang dihadapi inilah yang dinamakan sebagai pendekatan kontingensi dalam kepemimpinan, dimana secara sederhana pendekatan ini memandang bahwa gaya manajemen atau kepemimpinan yang akan memberikan kontribusi positif bagi organisasi yang sangat beragam dan sangat ditentukan oleh keragaman situasi dan keadaan yang dihadapi oleh organisasi dari waktu ke waktu.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
1.Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka.
2.Jenis kepemimpinan :
a.Kepemimpinan situasional.
b.Kepemimpinan perilaku pribadi.
c.Work centered atau worker-centered leadeship.
d.Personal leadership.
e.Kepemimpinan demokrasi.
f.Kepemimpinan otoritas.
g.Kepemimpinan paternalistik.
h.Kepemimpinan asli.
3.Pendekatan mengenai kepemimpinan:
a.Pendekatan pesonal mengenai kepemimpinan.
b.Pendekatan prilaku mengenai kepemimpinan.
c.Pendekatan kontingensi mengenai kepemimpinan.

DAFTAR PUSTAKA
Nashar, Dasar-Dasar Manajemen, Surabaya: Pena Salsabia, 2013.
Safaria Triantoro, Kepemimpinan, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2004.
Terry George R., Dasar-Dasar Manajemen, Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2015

Share:

PERANAN MENEJEMEN DALAM ORGANISASI

BAB I
PENDAULUAN
A.Latar Belakang
Menejemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yamg melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang kearah tujuan organisasional atau maksud yang nyata. Menejemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah “managing” pengolahan, sedang pelaksanaannya disebut manejer atau pengelola. Menejemen memiliki tujuan tertentu dan tidak dapat diraba. Ia berusaha untuk mencapai hasil-hasil tertentu, yang biasanya diungkapkan dengan istilah “objectives” atau hal-hal yang nyata.
Sebagai ilmu, menejemen memiliki kerangka teori dan krangka pikir yang teruji, terutama berhubungan dengan tori mnenejemen ilmiah, organisasi klasik, dan teori prilaku organisasi.
B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana Peranan Menejemen Dalam Organisasi ?
C.Tujuan
1.Mengetahui bagaimana peranan menejemen dalam organanisasi
Baca Juga
BUDAYA ORGANISASI
BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengertian Organisasi Dan Sifat-Sifat Organisasi
1.Pengertian organisasi
Kata organisasi berasal dari bahasa inggris organization, yang bentuk invinitifnya adalah to organise. Kata tersebut berasal dari kata yunani, organon yang berarti sebagian atau susunan dalam binatang atau tumbuh-tumbuhan yang dipergunakan untuk melakukan beberapa tugas khusus, seperti hati, ginjal, dan sebagainya. Adapun kata organon diartikan juga dengan alat, sedangkan kata to organise diberi arti menyusun atau mengatur bagian-bagian yang berhubungan atau sama lain, yang tiap-tiap bagian mempunyai satu tugas khusus dan atau berhubungan dengan keseluruhan. Pendapat lain mengenai organisasi adalah alat, bagian, anggota atau badan.
Menurut Griffin (2002) organisasi adalah a group of people working together in a structured and coordinated fashion to achive a set of goals. Organisasi adalah kelompok orang yang bekerja sama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. Atau dengan bahasa lain, penulis mendefinisikan sebagai sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut dalam kerja sama.
Menurut Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa i define organization asa a system of cooperatives of two more persons artinya bahwa organisasi adalah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih.
Sugandha mengatakan bahwa organisasi adalah kumpulan manusia yang mempunyai kepentingan yang sama, yang karena keterbatasan sumber yang mereka miliki, mereka mengikatkan diri dalam kerja sama pembagian tugas yang jelas dalam mencapai tujuan guna meraih kepentingan masing-masing.
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa organisasi merupakan sistem yang terpadu, yang di dalamnya terdapat subsistem dan komponen-komponen yang saling berhubungan. Setiap hubungan yang terjadi merupakan kerja sama di antara subsistem yang ada, sehinnga ada yang saling ketergantungan yng kuat secara internal dan hubungan yang terpadu secara eksternal. Hubungan eksternal itu merupakan bagian dari kenyataan organisasi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat dan elemen lainnya yang mendukung tercapainya tujuan organisasi.
Berbagai organisasi memiliki tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada jenis organisasinya. Organisasi politik misalnya dapat memiliki tujuan untuk menyalurkan aspirasi rakyat melalui aturan kelembagaan politik tertentu. Di sisi lain, organisasi sosial dapat memiliki tujuan yang berbeda dengan organisasi politik, akan tetapi organisasi sosial bertujuan untuk menjawab aspirasi rakyat melalui kegiatan tertentu yang secara nyata dapat dirasakan oleh masyarakat, misalnya melalui pemberian sumbangan, pelatuhan-pelatihan dan lain sebagainya.
Sedangkan organisasi bisnis adalah sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan untuk meraih profit dalam kegiatan bisnisnya, sehingga mereka berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama dalam organisasi tersebut.
2.Sifat-sifat organisasi
a.Organisasi Formal
Ciri-ciri organisasi formal adalah sebagai berikut:
1.Seluruh anggota organisasi diikat oleh suatu persyaratan formal sebagai bukti keanggotaannya. Misalnya, negara sebagai organisasi formal yang seluruh warga negara diikat oleh persyaratan formal yang harus dimiliki, yakni kartu tanda anda penduduk, kartu keluarga, dan sejenisnya. Demikian puala, dalam organisasi formal lainnya dalam bentuk ormas atau partai politik yang seluruh anggotanya harus memiliki kartu keanggotaan bahwa ia benar-benar terdaftar dan diakui sebagai anggota yang sah, misalnya kartu anggota Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), dan Persatuan Umat Islam.
2.Kedudukan, jabatan, dan pangkat yang terdapat dalam organisasi dibuat secara hierarkis dan piramida yang menunjukkan tugas, kedudukan, tanggung jawab, dan wewenang yang berbeda-beda.
3.Setiap anggota yang memiliki jabatan tertentu secara otomatis memiliki wewenang dan tanggung jawab yang membawahi jabatan anggota dibawahnya. Dengan demikian, hak memerintah berada bersamaan dengan hak diperintah, hak melarang bersamaan dengan hak untuk tidak mengerjakan kegiatan tertentu.
4.Hak dan kewajiban melekat sepenuhnya pada anggota organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya.
5.Pelaksanaan kegiatan diatur menurut jabatannya masing-masing tetapi setiap fungsi jabatan dengan tugasnya saling berhubungan dan melakukan kerja sama.
6.Seluruh kegiatan direncanakan secara musyawarah mufakat dengan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan.
7.Hubungan kerja sama dilakukan menurut tingkatan jabatan struktural yang jelas yang berimplikasi secara langsung kepada perbedaan penggajian dan tunjangan masing-masing anggota organisasi.
8.Adanya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang merupakan sistem kinerja organisasi.
b.Organisasi Informal
Sifat organisasi informal melekat pada organisasi informal, sebagaimana negara mengharuskan adanya KTP bagi warga negara. Pembuatan KTP berkaitan dengan organisasi-organisasi formal di dalam pemerintahan, misalnya kantor kecamatan, kantor desa, kantor RW hingga kantor RT, semua itu tidak dapat dilaksanakan jika tidak organisasi informal, yaitu keluarga. Meskipun di dalam keluarga terdapat kepala keluarga, ibu rumah tangga, anak-anak dan kerabat, keluarga bukan merupakan organisasi formal. Demikian pula, organisasi yang bergerak dalam pendidikan, yakni sekolah formal. Tidak akan ada sekolah formal yang berlaku. Indonesia dapat melakukan kerja sama dengan negara lain, misalnya dengan Malaysia, Jepang, Thailand, Amerika Serikat dan sebagainya. Kerja sama tersebut dikatakan sebagai kerja sama eksternal yang skopnya dapat dikatakan sebagai kerja sama internasional.
2.Bentuk-bentuk Organisasi
Dilihat dari pola hubungan kerja, wewenang, dan tanggung jawab para anggota organisasi, organisasi dapat dibedakan menurut bentuknya, yaitu sebagai berikut:
1.Organisasi Garis (line organization)
Organisasi garis adalah suatu bentuk organisasi yang memandang dan menerapkan sumber wewenang tunggal. Segala keputusan /kebijaksanaan dan tanggung jawab berada pada satu tangan, yaitu berada pada kepala eksekutif (chie fexecutif).
Dalam organisasi garis, bawahan hanya mengenal satu pimpinan dan menerapkan system satu komando dan kekuasaan absolute pada pimpinan pusat. Pimpinan organisasi memiliki pengaruh yang sangat kuat kepada bawahannya. Penciptanya adalah Henry Fayol dari prancis. Bentuk organisasi ini sering juga disebut bentuk organisasi militer karena digunakan pada zaman dahulu dikalangan militer.
Dengan demikian ciri-ciri dari organisasi garis ini adalah sebagai berikut:
a)Organisasinya kecil
b)Jumlah anggota yang sedikit
c)Pemilik merupakan pimpinan organisasi atau pemegang saham utama
d)Asas kesatuan komando yang dominan
e)Disiplin ketat
f)System pengawasan yang ketat
g)Koordinasi antar pegawai sangat sederhana dan mudah dilakukan
h)Hubungan antar anggota yang sangat dekat dan satu lapis atau searah ,bahkan dapat dilakukan antar pribadi secara tatap muka
i)Penggunaan alat-alat sederhana
j)Produk yang dihasilkan homogen.
Kelebihan organisasi garis yang menonjol, yaitu mudah pengelolaanya, disiplin yang kuat, dan selalu berada dalam satu komando yang berada di tangan seorang pimpinan. Sedangkan keburukan organisasi garis, yaitu ketergantungan yang kuat kepada satu pimpinan sehingga apabila pimpinan mengalami perihal buruk, dampak dampak buruknya langsung berimbas pada organisasi, tidak ada upaya pengembangan para pengawai, jenis pekerjaan yang monoton, ada kecenderungan pemimpin bertindak otoriter, sulit mengembangkan perusahaan karena keahlian pegawai relatif sama.
2.Organisasi Lini dan Staf (line and staff )
Bentuk organisasi ini pada umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit, serta jumlah karyawannya banyak. Penciptanya Harrington Emerson. Pada bentuk organisasi garis dan staf, terdapa satu atau lebih tenaga staf. Staf, yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu yang tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidangnya kepada pejabar pemimpin di dalam organisasi tersebut.
Ciri-ciri organisasi lini dan staf adalah:
a.komando dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah atau dari tingkat pusat ketinggkat daerah.
b.Staf mempunyai wewenang fungsional, memberikan bantuan/advis/petunjuk, baik berupa pikiran, tenaga kerja, prasarana yang sanggup serta mampu mendukung pelaksanaan tugas pokok organisasi. Pimipnan (kepala) mempunyai mempunyai wewenang komando. Dengan ciri-ciri tersebut, organisasi yang berbentuk lini dan staf memiliki kebaikan tersendiri, diantaranya adalah:
a.Dapat digunakan oleh organisasi yang besar
b.Seluruh staf memiliki keahlian yang pasti yang semakin mengakuratkan pengambilan keputusan
c.Kedisiplinan staf dapat dipegang teguh
d.Adanya pengembangan karier staf sesuai dengan keahliannya.
Keburukan organisasi lini dan staf adalah:
a.Terlalu banyak staf dengan keahliannya masing-masing menimbulkan persaingan karier yang kurang sehat
b.Pengawasan terhadap staf yang cukup menyulitkan dan adanya tindakan kolusi antarstaf demi kepentingan pribadi
c.Solidaritas antarstaf rendah dan hubungan yang serba formalistic
d.Biokrasi terkadang sangat rumit dan terkesan berbelit-belit
e.Efektivitas dan efisiensi kerja kurang terjamin
f.Biaya ekonomi tinggi dalam menggaji staf dan memberi tunjangan
g.Koordinasi yang sukar dilakukan secara komprehensif.
3.Organisasi Fungsional
Organisasi fungsional pertama kali diciptakan oleh Taylor. Ciri penting dari organisasi fungsional adalah pimpinan yang tidak memiliki bawahan yang “jelas”. Setiap atasan dapat melakukan instruksi kepada semua bawahan sepanjang sesuai wewenang dan tanggung jawabnya dan yang paling penting masih berada dibawah naungan organisasi yang dimaksudkan.
Kebaikan organisasi fungsional adalah:
a.Spesialisasi karyawan maksimal
b.Solidaritas antarpengawai sangat tinggi
c.Disiplin pengawai yang tinggi
d.Tanggung jawab atas fungsinya terjamin
e.Bidang pekerjaan khusus diduduki oleh seorang ahli yang memungkinkan bekerja atas dasar keahlian dan potensi serta cita-citanya.
Keburukan organisasi fungsional adalah:
a.Terlalu kaku dengan spesialisasi para pekerja
b.Kesulitan melakukan penelusuran area pekerjaan
c.Koordinasi kurang menyeluruh
d.Dapat menyebabkan dispersobalisasi
e.Keahlian memimpin kurang dapat dijamin
f.Sulit melaksanakan kegiatan tang berasal dari satu komando.
4.Organisasi Bentuk Panitia(commitee)
Organisasi yang bersifat sementara dan khusus dibentuk dalam melaksanakan kegiatan tertentu. Akan tetapi, ada pula organisasi yang selamanya menggunakan bentuk kepanitiaan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a.Pimpinan berbentuk kolektif
b.Terdiri atas beberapa orang
c.Pengambilan keputusan selalu didasarkan pada musyawarah dan mengutamakan kuorum
d.Kegiatan merupakan tanggung jawab bersama
Kebaikan organisasi bentuk panitia adalah:
a.Solidaritas yang kuat antarpegawai
b.Konsolidasi wewenang, tugas, dan tanggung jawab yang kuat
c.Selalu mengambil keputusan berdasarkan musyawarah
d.Keterpaduan informasi yang kuat yang berasal dari seluruh pengawai
Keburukan organisasi bentuk panitia adalah:
a.Sering terjadi penumpukan pekerjaan di bagian tertentu
b.Adanya lepas tanggung jawab
c.Adanya saling tuding pelaksanaan tugas
d.Adanya saling tolak melaksanakan tugas
e.Bubar tanpa pertanggungjawaban yang formal
f.Adanya tirani minoritas, yaitu panitia terpecah dari orang-orang senior dengan yunior, yang kemudian tanpa wewenang yang jelas, yunior memikul beban yang lebih berat dibandingkan yang senior.
3.Peranan Manajemen Dalam Organisasi
Menejemen di perlukan sebagai upaya agar kegiatan bisnis dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka menejemen harus dijelaskan berdasarkan fungsi-fungsinya atau dikenal sebagai fungsi-fungsi menejemen. Fungsi menejemen sebagaimana diterangkan oleh Nicles, McHoughand Hough terdiri dari 4 fungsi ysitu:
1.Perencanaan atau planing yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecendrungan di masa yang akan datang penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. Di antara kecendrungan dunia bisnis sekarang misalnya, bagaimana merencanakan bisnis yang ramah lingkungan, bagaimana merancangorganisasi bisnis yang mampu bersaing dalam persaingan global, dan lain sebagainya.
2.Pengorganisasian atau organizing, yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisa bekerja secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.
3.Pengimplementasian atau direction, yaitu proses implementasi rogram agar bisa dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang tinggi.
4.Pengendalian atau pengawasan atau controling yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan eluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
1. Organisasi adalah sekumpulan orang yang bekerjasama dalam rangka pencapain suatu tujuan yang sudah ditentukan. Sifat organisasi ada dua yaitu organisasi formal dan organisasi informal.
2. Bentuk-bentuk organisasi
a) Organisasi garis
b) Organisasi lini dan staf
c) Organisasi fungsional
d) Organisasi bentuk panitia
3. Perana manajemem dalam Organisasi
a) Perencanaan atau planing
b) Pengorganisasian atau organizing
c) Pengimplementasian atau direction
d) Pengendalian atau controling

DAFTAR PUSTAKA
Athoillah, Anton. Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Pustaka Setia, 2010.
Manullang. Dasar-Dasr Manajemen. Jogyakarta: Gajah Mada University Press, 2012.
Nashar. Dasar-Dasar Manajemen. Surabaya: Pena Salsabila, 2013
Share:

Popular Posts

Label