Belajar Blog, Ilmu dan Pengalaman

Sabtu, 16 Februari 2019

KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang kepemimpinan dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari baik saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Sejarah timbulnya kepemimpinan, sejak nenek moyang dahulu kala, kerjasama dan saling melindungi telah muncul bersama-sama dengan peradapan manusia. Kerjasama tersebut muncul pada tata kehidupan sosial masyarakat atau kelompok-kelompok manusia dalam rangka untuk mempertahankan hidupnya menentang kebuasan binatang dan menghadapi alam sekitarnya. Berangkat dari kebutuhan bersama tersebut, terjadi kerjasama antar manusia dan mulai unsur-unsur kepemimpinan.
Baca Juga
peran stakeholder dalam manajemen pendidikan
B.RUMUSAN MASALAH
1.Apa pengertian pemimpin dan kepemimpinan?
2.Jelaskan gaya atau model kepemimpinan?
3.Jelaskan fungsi-fungsi kepemimpinan?
4.Apa perbedaan kepemimpinan dan manajemen?
5.Jelaskan teori-teori kepemimpinan?

C.TUJUAN
1.Untuk mengetahui pengertian pemimpin dan kepemimpinan.
2.Untuk mengetahui gaya atau model kepemimpinan.
3.Untuk mengetahui fungsi-fungsi kepemimpinan.
4.Untuk mengetahui perbedaan kepemimpinan dan manajemen.
5.Untuk mengetahui teori-teori kepemimpinan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN
Pemimpin atau lender adalah orang yang mempunyai bawahan atau orang yang mengendalikan jalannya org anisasi. Pemimpin adalah subjek atau pelaku unsur-unsur yang terdapat dalam kepemimpinan, yaitu adanya kekuasaan, pengaruh, kekuatan, dan pemegang tanggung jawabutama bagi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya. Meskipun tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang sama, secara timbal balik dan fungsional, kedua konsep tersebut tidak dapat dipisahkan. Dalam organisasi selalu terdapat pemimpin, yang dapat disebut dengan istilah ketua umum, kepala, direktur utama, Presiden direktur, manajer puncak, dan sebagainya. Bawahan dari pemimpin organisasi disebut ketua bidang, manajer tingkat menengah, dan manajer paling bawah, misalnya manajer pemasaran, manajer keuangan, supervisor, dan manajer operasional.[ Anton Athoillah, Dasar-dasar manajemen, (Bandung : Pustaka Setia, 2010 ) Hlm. 178. ]
Seorang pemimpin mempunyai kelebihan yang memungkinkan ia mengatur dan mengarahkan bawahannya. Superioritas seorang pemimpin akan menentukan terbentuknya sikap taat dari seluruh bawahannya. Jika seorang pemimpin kurang berwibawa, kurang tegas, dan kurang ditunjang oleh pengetahuan tentang kepemimpinan, bawahan menjadi kurang taat terhadap semua intruksinya dan menyepelekan kebijakan yang ditetapkan. Oleh karena itu, kepemimpinan berkaitan dengan keterampilan dan keahlian menggerakkan orang lain.[ Ibid. hlm 188.]
Sedangkan kepemimpinan itu sendiri, kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaanyang telah ditugaskan kepada mereka. Sebagaimana didefinisikan oleh Stone, Freeman, dan Gilbert (1995), kepemimpinan adalah the process of directing and influencing the task-related activities of grup members. Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan. Lebih jauh lagi, Griffin (2000) membagi kepemimpinan menjadi dua konsep, yaitu sebagai proses dan sebagai atribut. Sebagai proses kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin, yaitu proses dimana pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai, bawahan, atau yang dipimpinnya, memotivasi mereka untuk mencapai tujuan tersebut, serta membantu menciptakan suatu budaya produktif dalam organisasi. Adapun dari sisi atribut kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu pemimpin dapat didefinisikan sebagai seorang yang memiliki tujuan kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain tanpa menggunakan kekuatan, sehingga orang-orang yang dipimpinnya menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin mereka.[ Nashar, dasar-dasar manajemen, (Surabaya: pena salsabila, 2013), Hlm. 135-136.]
Secara historis, ada tiga konsep kepemimpinan sebagaimana dijelaskan Ngalim Purwanto, sebagai berikut.
1.Suatu konsep yang menganggap bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan yang berupa sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang ada pada diri seorang pemimpin. Dalam konsep ini kepemimpinan dapat diartikan sebagai traits within the individual leader. Seseorang dapat menjadi pemimpin karena ia memang dilahirkan seorang pemimpin dan bukan karena dibuat atau dididik untuk itu (leaders were borned and not made). Konsep ini merupakan konsep kepemimpinan yang paling tua dan paling lama dianut orang.[ Anton Athoillah, Dasar-dasar manajemen, (Bandung : Pustaka Setia, 2010) Hlm. 189.]
2.Konsep kedua memandang kepemimpinan sebagai fungsi kelompok (function of the grup). Dalam konsep ini sukses tidaknya suatu kepemimpinan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan atau sifat-sifat yang ada pada seseorang, tetapi justru yang paling penting adalah dipengaruhi oleh sifat-sifat dan cirri-ciri kelompok yang berlainan sehingga memerlukan tipe atau gaya kepemimpinan yang berbeda-beda.[ Anton Athoillah, Dasar-dasar manajemen, (Bandung : Pustaka Setia, 2010) Hlm. 190.]
3.Konsep ketiga merupakan konsep yang lebih maju lagi. Konsep ini tidak hanya didasari atas pandangan yang bersifat psikologis dan sosiologis, tetapi juga atas ekonomi dan politis.[ Ibid ]
Dengan adanya ketiga konsep kepemimpinan tersebut, arti kepemimpinan dapat dikemukakan sebagai berikut.
1.Prajudi Atmosudirdjo dalam Ngalim Purwanto mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian (personality) seseorang yang mendatangkan keinginan pada sekelompok orang untuk mencontohnya atau mengikutinya, atau seseorang yang memancarkan pengaruh tertentu, kekuatan atau wibawa, sedemikian rupa sehingga membuat sekelompok orang bersedia melakukan apa yang dikehendakinya.[ Ibid, hlm, 191.]
2.Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai penyebab dari berbagai kegiatan, proses atau kesediaan untuk mengubah pandangan atau sikap (mental/fisik) dari kelompok orang, baik dalam hubungan organisasi formal dan informal.[ Ibid ]
3.Kepemimpinan dalah suatu seni, kesanggupan (ability) atau teknik untuk membuat sekelompok bawahan dalam organisasi formal atau para pengikut atau simpatisan dalam organisasi informal mengikuti atau menaati segala apa yang dikehendakinya, membuat mereka memiliki antusianisme dan semangat untuk semangat mengikutinya, atau bahkan berkorban untuknya.[ Ibid ]

B. GAYA ATAU MODEL KEPEMIMPINAN
Menurut Sondan P. Siagian ada empat gaya kepemimpian, yaitu sebagai berikut:
1.Gaya kepemimpinan otokratis, pemimpin otokratis adalah pemimpin yang memiliki wewenang (authority) dari suatu sumber (misalnya, karena posisinya), pengetahuan, kekuatan atau kekuasaan untuk memberikan penghargaan ataupun menghukum. Ciri-ciri seorang pemimpin yang otokratis diantaranya sebagai berikut.
a.Menganggap organisasi sebagai milik pribadi;
b.Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi;
c.Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat.[ Anton Athoillah, Dasar-dasar manajemen, (Bandung : Pustaka Setia, 2010) Hlm, 204.]
2.Gaya kepemimpinan militeristis ialah seorang pemimpin yang lebih sering mempergunakan sistem pemerintah dan bergantung pada pangkat dan jabatan.[ Ibid ]
3.Gaya kepemimpinan paternalistik ialah seorang pemimpin yang menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa dan bersikap terlalu melindungi (overly protective).[ Ibid, hlm. 205.]
4.Gaya kepemimpinan yang demokratis ialah kebalikan dari gaya otokratis, gaya kepemimpinan demokratis disebut juga dengan gaya kepemimpinan modernis dan parsitipatif. Dalam pelaksanaan kepemimpinan, semua anggota diajak berpartisipasi menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk mencapai tujuan organisasi.[ Ibid ]

C.FUNGSI-FUNGSI KEPEMIMPINAN
Aspek ini terkait dengan fungsi-fungsi yang akan mendukung tercapainya tim yang efektif sehingga manajemen dapat dijalankan secara efektif dalam mencapai tujuan. Terdapat dua fungsi yang terkait dengan hal ini, yaitu fungsi yang terkait dengan tugas atau pekerjaan dan fungsi yang terkait dengan hubungan sosial atau pemeliharaan kelompok. Fungsi yang terkait dengan tugas atau pekerjaan memfokuskan fungsikepemimpinan dalam menjalankan berbagai pekerjaan atau tugas yang telah direncanakan dalam suatu organisasi. Dengan demikian kepemimpinan yang efektif adalah ketika pemimpin mampu mempengaruhi orang-orang untuk dapat melakukan tugas-tugas yang telah dipercayakankepada mereka. Adapun fungsi-fungsi yang terkait dengan hubungan sosial atau senantiasa memelihara kesatuan diantara sesama pekerja, pengertian dengan sesama mereka. Demgan demikian pemimpin yang efektif adalah ketika pemimpin tersebut mampu berkomunikasi dengan baik dengan tim kerja, mengajak mereka untuk senantiasa memelihara kebersamaan dan saling pengertian sehingga tim kerja yang ada senantiasa terpelihara dengan baik. organisasi-oganisasi bisnis pada umumnya lebih memfokuskan pada fungsi yang terikat pada pekerjaan, mana kala organisasi pelajar atau non profit lebih memfokuskan pada fungsi yang terikat dengan relasi sosial.[ Nashar, dasar-dasar manajemen, (Surabaya: pena salsabila, 2013), Hlm. 142.]

D.PERBEDAAN KEPEMIMPINAN DENGAN MANAJEMEN
Seringkali kita mendengar pertanyaan apakah pemimpin sama dengan manajer ? apakah pemimpin sama dengan manajemen ? sekalipun kedua kata ini sering dipergunakan secara bergantian, dan seseorang mungkin saja dapat menjadi manajer, pemimpin, atau juga keduanya, namun secara esensi keduanya memiliki perbedaan-perbedaan. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.
TABEL PERBEDAAN MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
Kegiatan Manajemen Kepemimpinan
Penyusunan rencana Perencanaan dan penganggaran penentuan rencana spesifik dari kegiatan untuk mencapai tujuan serta mengalokasikan segala sumber daya yang dibutuhkan Penentuan arah kegiatan menyusun visi atau tujuan jangka panjang yang akan diraih oleh organisasi serta strategi perubahan yang harus dilakukan
Membangun relasi antar manusia atau kelompok kerja untuk merealisasikan rencana Pengorganisasian dan penempatan SDM menyusun struktur organisasi, prosedur kerja, tanggung jawab dari setiap bagian organisasi, serta metode implementasi Mengkomunikasikan visi kepada orang-orang serta membangun kerja sama dengan orang-orang yang siap untuk mewujudkan visi secara bersama-sama
Implementasi rencana Pengawasan dan pemecahan masalah. Pada tahap implementasi, tugas manajemen adalah melakukan pengawasan dan pengendalian atas berbagai kendala yang mungkin ditemui Memotivasi dan memberikan inspirasi. Peran yang dilakukan saat implementasi adalah memotivasi orang-orang yang telah sepakat bekerjasama untuk melakukan implementasi dari apa yang telah dibangun sebagai upaya pencapaian visi.
Hasil yang diperoleh Sesuatu yang telah diperkirakan atau ditargetkan sebelumnya Suatu perubahan yang akan mendukung pencapaian visi.[ Nashar, dasar-dasar manajemen, (Surabaya: pena salsabila, 2013), Hlm. 136-137.]

E.TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
Teori-teori kepemimpinan yang berkembang, yaitu sebagai berikut.
1.Teori genetik yaitu kepemimpinan diartikan sebagai traits within the individual leader: seseorang dapat menjadi pemimpin karena memang dilahirkan sebagai pemimpin dan bukan karena dibuat atau dididik untuk itu (learder were borned and not made). Teori ini banyak ditentang oleh para ahli karena bakat seseorang sangat tipis jika berkaitan dengan kepemimpinan. Menurut C. Bird, bakat kepemimpinan hanya berkisar 5% sehingga yang paling menentukan adalah pendidikan dan pelatihan.[ Malayu S.P. Hasibuan, dasar-dasar manajemen, (Jakarta: bumi aksara, 2005), hlm. 194.]
2.Teori sosial yaitu teori yang memandang kepemimpinan sebagai fungsi kelompok. Menurut teori ini, sukse tidaknya suatu kepemimpinan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan atau sifat-sifat yang ada pada seseorang, tetapi justru yang lebih penting adalah dipengaruhi oleh sifat-sifat dan ciri-ciri kelompok yang dipimpinnya.[ Ibid ]
3.Teori situasional yaitu suatu teori yang berpandangan bahwa kepemimpinan sangat bergantung pada situasinya. Teori ini tidak hanya melihat kepemimpinan dari sudut pandang yang bersifat psikologis dan sosiologis, tetapi juga atas ekonomi dan politik.[ Malayu S.P. Hasibuan, dasar-dasar manajemen, (Jakarta: bumi aksara, 2005), hlm. 195.]
4.Teori ekologis yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan penggabungan antara bakat alami yang sudah ada sejak dilahirkan dengan pendidikan dan pelatihan yang intensif. Teori ini tidak menolak adanya sumber natural kepemimpinan, tetapi sumber structural pun sangat membantuk terbentuknya seorang pemimpin yang fungsional dan berpengaruh.[ Ibid, hlm. 196.]
5.Teori sosio-behavioristik yaitu teoriyang mengatakan bahwa kepemimpinan dilahirkan oleh hal-hal berikut.
a.Bakat, turunan, dan kecerdasan yang alamiah;
b.Pengalaman dalam kepemimpinan;
c.Pembentukan formal dalam organisasi;
d.Situasi lingkunga;
e.Pendidikan dan pelatihan;
f.Kesepakatan sosial dan kontrak politik.[ Ibid, hlm. 197.]

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.Pemimpin atau lender adalah orang yang mempunyai bawahan atau orang yang mengendalikan jalannya organisasi.
kepemimpinan adalah kepribadian (personality) se seorang yang mendatangkan keinginan pada sekelompok orang untuk mencontohnya atau mengikutinya, atau seseorang yang memancarkan pengaruh tertentu, kekuatan atau wibawa, sedemikian rupa sehingga membuat sekelompok orang bersedia melakukan apa yang dikehendakinya.
2. Gaya kepemimpinan otokratis, Gaya kepemimpinan militeristis, Gaya kepemimpinan paternalistik, Gaya kepemimpinan yang demokratis.
3.fungsi yang terkait dengan tugas atau pekerjaan dan fungsi yang terkait dengan hubungan sosial atau pemeliharaan kelompok.
4.Keg iatan Manajemen Kepemimpinan
Penyusunan rencana Perencanaan dan penganggara n penentuan rencana spesifik dari kegiatan untuk mencapai tujuan serta mengalokasikan segala sumber daya yang dibutuhkan Penentuan arah kegiatan menyusun visi atau tujuan jangka panjang yang akan diraih oleh organisasi serta strategi perubahan yang harus dilakukan
Membangun relasi antar manusia atau kelompok kerja untuk merealisasikan rencana Pengorganisasian dan penempatan SDM menyusun s truktur organisasi, prosedur kerja, tanggung jawab dar i setiap bagian organisasi, serta metode implementasi Mengkomunikasikan visi kepada orang-orang serta membangun kerja sama dengan orang-orang yang siap untuk mewujudkan visi secara bersama-sama

5.Teori-teori kepemimpinan diantaranya, teori genetik, teori sosial, teori situasional, teori ekologis, teori sosio-behavioristik.
B.SARAN
Setelah kita mempelajari dan memahami dasar-dasar manajemen tentang konsep kepemimpinan dari segi pengertian, gaya-gaya kepemimpinan, fungsi-fungsi kepemimpinan, perbedaan dan teori-teori kepemimpinan. Semoga dapat menambah wawasan dan semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan pendengar. Walaupun ada kekurangan pada makalah ini kritik dan saran serta masukan sangat kami harapkan demi menuju ke arah yang lebih baik dan benar.
..
DAFTAR PUSTAKA
Nashar, dasar-dasar manajemen. Surabaya: pena salsabila, 2013
Hasibuan malayu S.P, dasar-dasar manajemen. Jakarta: bumi aksara, 2005
Athoillah Anton, dasar-dasar manajemen. Bandung: pustaka setia, 2010
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Label